Ekonom Minta Insentif Padat Karya Diprioritaskan untuk Jaga Kelas Menengah
Pemerintah didorong agar memprioritaskan pemberian insentif kepada sektor usaha padat karya guna mempertahankan daya beli kelompok kelas menengah yang menghadapi tekanan akibat perlambatan pendapatan riil dan tantangan struktural ekonomi domestik.
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Kredit gambar
Kepala Ekonom PT Permata Bank Tbk Josua Pardede menilai dukungan anggaran belanja negara harus diarahkan secara strategis untuk sektor usaha yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar demi melindungi kesejahteraan masyarakat luas.
Pertumbuhan pendapatan riil masyarakat saat ini tercatat melambat menjadi di bawah lima persen, padahal capaian tersebut mampu berada di atas lima persen sebelum masa pandemi melanda perekonomian nasional.
Arah investasi yang semakin mendominasi ke sektor padat modal dan sektor jasa dinilai kurang optimal dalam menciptakan lapangan kerja massal sehingga intervensi kebijakan fiskal sangat dibutuhkan saat ini.
Pemerintah diingatkan untuk mencegah penurunan status sosial masyarakat dari kelompok kelas menengah agar tidak terperosok masuk ke dalam kategori penduduk miskin di tengah dinamika pertumbuhan nasional.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional diprediksi tetap tangguh di kisaran lima koma dua hingga lima koma tiga persen dengan tingkat inflasi yang terjaga stabil di sekitar tiga persen.
