Business

Bursa Asia Kompak Melemah di Tengah Kekhawatiran Investor terhadap Prospek Bisnis AI

✦ AI-assisted article based on the cited sources. Verify original reporting.

Bursa saham di kawasan Asia bergerak mayoritas melemah pada perdagangan Senin akibat meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap prospek kecerdasan buatan serta keberlanjutan belanja infrastruktur teknologi.

RingkasNow• 14d ago• 1 min read• 1 sources
Explanation from news sources

AI creates a new explanation from RingkasNow facts and source metadata—it does not copy or fully translate the source article.

Editorial image for: Bursa Asia Kompak Melemah di Tengah Kekhawatiran Investor terhadap Prospek Bisnis AI
Image credit

CNBC Indonesia Market

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,65% dan indeks Topix melemah 1,12%. Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 1,29% dan Kosdaq turun 0,93%. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak berlawanan arah dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,37% di pasar.

Tekanan pasar regional ini terjadi menyusul penurunan mingguan terbesar bursa saham Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Indeks S&P 500 melemah hampir 2% sepanjang pekan lalu, sedangkan indeks Nasdaq merosot 4,5% dan menghentikan tren penguatan empat pekan.

Pendapatan Anthropic pada kuartal ketiga mencapai US$16,8 miliar, naik dari US$11,6 miliar pada kuartal sebelumnya. Angka tersebut justru memunculkan pertanyaan mengenai kecepatan pertumbuhan bisnis AI di tengah tingginya investasi pembangunan infrastrukturnya.

Saham CoreWeave anjlok 25% sepanjang pekan lalu yang merupakan penurunan mingguan terdalam sejak November 2025. Kondisi tersebut memicu tekanan kredit serius di pasar obligasi korporasi serta memperkuat risiko pembiayaan sektor teknologi.

Investor kini menantikan laporan keuangan Meta Platforms dan Tesla untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek sektor teknologi. Pasar juga mewaspadai ketegangan geopolitik dan potensi gangguan pasokan energi global yang membayangi perdagangan.

News sources

CNBC Indonesia MarketPenerbit

Bursa Asia Kompak Melemah, Investor Cemas Prospek Bisnis AI

Open original source ↗ · Oct 19, 2026, 8:37 AM