Ekonomi

IHSG Rebound Sesi I Senin Ditopang Data BPS, Rupiah Masih Tertekan di Rp18.100-an

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada sesi I perdagangan Senin (2/11/2026), naik 0,95 persen ke level 5.105,20, ditopang rilis data ekonomi Badan Pusat Statistik yang solid. Namun rupiah masih tertekan di kisaran Rp18.100-an per dolar AS. Seluruh angka berikut adalah data sesi I — sesi II bisa berbeda.

Redaksi RingkasNow• 2j lalu• 3 menit baca• 3 sumber
Memeriksa batas gratis…

AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.

Visual editorial untuk berita: IHSG Rebound Sesi I Senin Ditopang Data BPS, Rupiah Masih Tertekan di Rp18.100-an
Ilustrasi

Pasar saham Indonesia dibuka dengan optimisme pada Senin, 2 November 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi I perdagangan menguat 0,95 persen atau 48,15 poin ke level 5.105,20. Penguatan ini terutama ditopang oleh rilis serangkaian data ekonomi domestik dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang memberi sinyal ketahanan ekonomi nasional.

## Data BPS: Inflasi Melandai, Surplus Berlanjut

Data BPS menunjukkan inflasi Oktober tercatat 0,22 persen, melandai dari 0,30 persen pada September. Secara tahunan, inflasi berada di level 3,23 persen, sedangkan inflasi tahun kalender tercatat 2,40 persen. Angka inflasi yang terkendali ini memberi ruang napas bagi daya beli masyarakat sekaligus ekspektasi kebijakan moneter.

Kabar baik lainnya datang dari neraca perdagangan: Indonesia membukukan surplus perdagangan US$3,23 miliar pada September. Surplus yang berkelanjutan menjadi bantalan penting bagi stabilitas eksternal di tengah gejolak global. Sementara itu, indeks manufaktur (PMI) naik ke level 54,0 dari 52,4 — menandakan ekspansi aktivitas pabrik yang menguat.

Aktivitas perdagangan sesi I tercatat cukup ramai: volume transaksi mencapai 20,89 miliar saham dengan nilai Rp6,96 triliun — menandakan minat beli yang nyata, bukan sekadar penguatan tipis tanpa transaksi.

Rangkaian data BPS ini penting karena datang berurutan dan saling menguatkan: inflasi yang melandai menjaga daya beli, surplus perdagangan US$3,23 miliar pada September memberi bantalan eksternal, dan PMI manufaktur di level 54,0 menunjukkan aktivitas pabrik berekspansi — level di atas 50 menandakan ekspansi. Kombinasi ketiganya memberi alasan fundamental bagi penguatan IHSG pada sesi I, bukan sekadar sentimen sesaat.

## Rupiah Masih Tertekan

Berbeda dengan IHSG, nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan. Pada sesi I, rupiah bergerak di kisaran Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS. Data Bloomberg mencatat kurs spot di Rp18.155 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB, sementara kurs acuan Bank Indonesia menunjukkan kurs jual Rp18.228,69 dan kurs beli Rp18.047,31.

Sejumlah analis memperkirakan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya reda — namun perlu dicatat, proyeksi-proyeksi ini adalah perkiraan, bukan fakta. Analis Lukman Leong dari Doo Financial Futures termasuk yang menyoroti dinamika ini, sementara Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.080–Rp18.180. Rentang tersebut adalah proyeksi analis dan dapat berubah mengikuti perkembangan pasar.

## Konteks Global: The Fed Tahan Suku Bunga

Dari sisi eksternal, bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memutuskan menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75–4,00 persen. Yang menarik, keputusan tersebut tidak bulat: dua pejabat The Fed, Cook dan Hammack, menginginkan kenaikan 25 basis poin. Perbedaan pandangan di tubuh The Fed ini menjadi sinyal bahwa arah kebijakan moneter AS ke depan masih penuh ketidakpastian — faktor yang ikut menekan mata uang negara berkembang termasuk rupiah.

## Yang Perlu Dipantau

Semua angka dalam laporan ini adalah data sesi I perdagangan; sesi II dapat menunjukkan pergerakan berbeda. Investor perlu memantau apakah penguatan IHSG berlanjut hingga penutupan, serta bagaimana rupiah merespons perkembangan global — terutama setiap sinyal baru dari The Fed dan pergerakan dolar AS. Data BPS yang solid memberi fondasi, tetapi pasar valuta asing tetap digerakkan oleh sentimen global yang bergejolak — dan sesi II perdagangan siang ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi ketahanan penguatan pagi tadi.

✦

Tanya AI tentang berita ini

Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.

AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.

Sumber berita

KontanPenerbit

IHSG Rebound Sesi I Senin Ditopang Data BPS, Rupiah Masih Tertekan di Rp18.100-an

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 19.06
Media Asuransi NewsPenerbit

IHSG Rebound Sesi I Senin Ditopang Data BPS, Rupiah Masih Tertekan di Rp18.100-an

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 19.06
AktualitaPenerbit

IHSG Rebound Sesi I Senin Ditopang Data BPS, Rupiah Masih Tertekan di Rp18.100-an

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 19.06