Dunia

Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan para komandan militernya menyiapkan respons "segera, berdampak, dan tanpa batasan geografis" jika Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang — sekaligus memerintahkan pembaruan daftar target yang mencakup seluruh aset AS dan Israel.

Redaksi RingkasNow• 6j lalu• 3 menit baca• 4 sumber
Memeriksa batas gratis…

AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.

Visual editorial untuk berita: Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi
Ilustrasi

TEHRAN — Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengeluarkan peringatan paling keras sejak pecahnya perang pada Februari 2026. Dalam pertemuan dengan para komandan militer tertinggi, ia memerintahkan pasukan bersenjata Iran menyiapkan respons "segera, berdampak, dan tanpa batasan geografis" terhadap setiap serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel.

Ini adalah pertama kalinya sejak perang meletus pertemuan antara Khamenei dan seluruh pimpinan militernya diumumkan secara publik, menurut laporan Axios yang dikutip Seoul Economic Daily pada 31 Oktober 2026.

## Isi Perintah

Dalam pertemuan tersebut, Khamenei bertemu dengan Ketua Staf Gabungan Ali Abdollahi, Komandan Angkatan Darat Amir Hatami, dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi.

"Jika para musuh sekali lagi melakukan serangan militer dan teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam Iran dan rakyat Iran-lah yang akan menentukan kapan dan dalam kondisi apa permusuhan itu berakhir," kata Khamenei dalam pernyataan yang diterbitkan kantornya.

Ia memerintahkan para komandan untuk "memperbarui daftar target sehingga semua jenis aset material dan non-material pihak AS-Zionis [Israel] berada dalam jangkauan angkatan bersenjata."

Frasa "aset material dan non-material" menjadi sorotan para analis: bahasa itu membuka pintu bagi serangan asimetris — terhadap pusat data, sistem AI, kabel bawah laut, hingga kapal-kapal di Selat Hormuz — setelah serangkaian insiden maritim dan serangan ranjau terhadap kapal tanker dalam beberapa bulan terakhir.

## Kesiapan Militer Dilaporkan Meningkat

Para komandan melaporkan kepada Khamenei tentang kesiapan militer di sepanjang pesisir Teluk Persia, Selat Hormuz, kawasan Teluk Oman, dan wilayah perbatasan. Menurut pernyataan tersebut, produksi senjata dan persediaan amunisi meningkat "beberapa kali lipat."

Khamenei juga memerintahkan penguatan intelijen militer dan pengembangan kemampuan pertahanan dalam negeri, serta menyerukan penguatan "semangat jihad" di jajaran pasukan, menurut kantor berita Iran Tasnim.

Khamenei, 56 tahun, berkomunikasi melalui pesan-pesan tertulis — termasuk pernyataan Sabtu itu — tanpa tampil di depan publik sejak perang dimulai. Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas bersama sejumlah perwira senior dalam serangan pembuka kampanye AS-Israel pada 28 Februari 2026.

## Ancaman Baru Trump

Peringatan Khamenei datang tepat setelah Presiden AS Donald Trump pada 31 Oktober memperbarui ancamannya untuk menyerang Iran. Trump menyebut pasukan AS masih memiliki satu atau dua target "untuk diselesaikan," termasuk Pickaxe Mountain — situs bawah tanah yang menurut pejabat AS menjadi lokasi ribuan sentrifugal yang dipindahkan Teheran.

Ancaman itu muncul di tengah konteks yang semakin panas: dampak pemilu Israel yang kembali menempatkan Benjamin Netanyahu di posisi terdepan, serta menjelang pemilu sela AS pada Selasa, 3 November 2026.

## Selat Hormuz dan Diplomasi Qatar

Sementara ancaman militer meningkat, jalur diplomasi belum tertutup. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut Selat Hormuz dapat dibuka kembali dalam dua hari — bukan tujuh hari — jika syarat-syarat negaranya diterima, mengikuti saran Qatar yang menjadi mediator.

Qatar telah mengirim mediator ke Teheran, dan Amerika Serikat menyampaikan surat dari Wakil Presiden JD Vance yang dipandang sebagai "tanda baik" oleh kepala keamanan Iran, meskipun belum dijawab secara resmi oleh Teheran.

Seorang kapal kargo tujuan Pakistan dilaporkan menjadi sasaran di dekat Selat Hormuz, menambah ketegangan di jalur pelayaran yang membawa sebagian besar minyak dunia.

## Risiko Global

Pernyataan Khamenei dan ancaman Trump menempatkan kawasan — dan pasar energi global — dalam kesiapsiagaan tinggi. Pejabat AS dan Israel menyebut belum ada keputusan mengenai serangan baru, sementara Trump secara terbuka menyarankan aksi terbatas terhadap sisa-sisa situs tertentu.

Bagi penduduk sipil di Iran, pernyataan-pernyataan itu menggambarkan kesiapan yang menegangkan untuk konflik baru — tujuh bulan setelah perang yang menghancurkan dimulai pada 28 Februari 2026 dengan serangan AS-Israel terhadap Iran yang dibalas Teheran di seluruh kawasan.

✦

Tanya AI tentang berita ini

Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.

AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.

Sumber berita

Seoul Economic Daily (mengutip Axios)Penerbit

Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 07.32
RFE/RL Radio FardaPenerbit

Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 07.32
zot.newsPenerbit

Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 07.32
Particle NewsPenerbit

Peringatan Keras Khamenei: Iran Janjikan Balasan "Tanpa Batas Geografis" jika AS dan Israel Menyerang Lagi

Buka sumber asli ↗ · 2 Nov 2026, 07.32