Ukraina Lanjutkan Serangan Drone ke Kilang Minyak Rusia, Abaikan Tekanan Trump
Serangan drone Ukraina kembali menghantam kilang-kilang minyak Rusia setelah jeda sekitar dua minggu — langkah yang diambil Kyiv meski Presiden AS Donald Trump berulang kali menuntut serangan itu dihentikan karena dikhawatirkan menaikkan harga BBM global.
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
KYIV — Ukraina kembali melancarkan serangan drone ke kilang-kilang minyak Rusia setelah jeda sekitar dua minggu, mengakhiri jeda tidak resmi yang muncul di tengah tekanan berat dari pemerintahan Amerika Serikat agar serangan semacam itu dihentikan.
Serangan dilaporkan berlangsung dalam tiga malam berturut-turut sejak 30 Oktober 2026. Tiga kilang besar menjadi sasaran: kilang Novokuybyshevsk milik Rosneft di Samara, kilang Bashneft-Novoil di Ufa, serta kilang NORSI milik LUKOIL di Kstovo, wilayah Nizhny Novgorod. Kapasitas gabungan ketiganya mencapai sekitar 33 juta ton per tahun — kira-kira 10 persen dari total kapasitas penyulingan Rusia.
The Wall Street Journal melaporkan Ukraina tidak menyerang kilang Rusia sejak 15 Oktober, dan tidak menyerang infrastruktur minyak Rusia sejak 20 Oktober, menyusul desakan berulang dari pejabat AS agar Kyiv berhenti.
## Kremlin: Kyiv Abaikan Trump
Moskow menuduh Kyiv mengabaikan keinginan Washington. Pada Jumat, Rusia menyatakan Ukraina telah melanjutkan serangan ke kilang-kilang minyaknya dan menuduh Kyiv mengabaikan permintaan Presiden Donald Trump untuk menghentikan serangan tersebut. Ajudan Kremlin Yuri Ushakov menyebut Kyiv kini "sekadar mengabaikan" keinginan AS.
Presiden Volodymyr Zelensky belum secara resmi mengakui serangan kilang terbaru tersebut — langkah yang tampaknya dimaksudkan untuk menghindari membuat Washington marah.
## Posisi Ukraina
Para pejabat Ukraina mengatakan kepada Kyiv Independent bahwa mereka tidak pernah menyetujui permintaan AS untuk jeda serangan selama 30 hari. Kyiv menyatakan mendukung gencatan senjata penuh terhadap target-target energi — termasuk jaringan listrik Ukraina yang juga porak-poranda — tetapi Moskow dinilai tidak bersedia menyetujui hal tersebut.
Ukraina selama ini berpendapat serangan jarak jauh terhadap infrastruktur energi Rusia adalah upaya melemahkan mesin perang Moskow, di tengah intensitas serangan Rusia terhadap infrastruktur energi Ukraina sendiri.
## Eskalasi di Kedua Sisi
Serangan kilang itu terjadi bersamaan dengan eskalasi di sisi lain. Reuters melaporkan pada Minggu (1/11/2026) bahwa serangan Rusia membuat ratusan ribu warga Ukraina tanpa listrik, menurut Presiden Zelensky, setelah Rusia menghantam infrastruktur listrik di empat wilayah Ukraina dalam semalam.
Di sisi lain, pihak berwenang Rusia melaporkan kerusakan besar pada sebuah lokasi industri menyusul serangan drone Ukraina di wilayah Nizhny Novgorod. Gubernur Gleb Nikitin menyebut serangan drone malam hari berskala besar itu menyebabkan "kerusakan signifikan" pada fasilitas industri di distrik Kstovsky — wilayah yang menjadi rumah bagi kilang NORSI, salah satu kilang terbesar di Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim pasukannya menembak jatuh 235 drone Ukraina di berbagai wilayah Rusia dalam semalam, sementara angkatan udara Ukraina menyebut telah menembak jatuh 371 dari 433 drone jarak jauh yang diluncurkan Rusia sejak Sabtu malam.
## Persoalan Harga BBM dan Pemilu Sela AS
Trump telah berulang kali menyalahkan serangan Ukraina ke kilang Rusia atas tingginya harga BBM global — meskipun para pakar energi menilai harga tinggi lebih banyak disebabkan oleh faktor lain, termasuk perang AS-Iran. Bulan lalu, Trump bahkan mencabut sanksi AS terhadap solar Rusia.
Para sekutu Eropa dilaporkan telah mendesak Kyiv untuk menunggu hingga setelah pemilu sela AS pada Selasa, 3 November 2026. Serangan yang dilanjutkan Kyiv menjelang pemungutan suara itu menempatkan Ukraina pada posisi berani: bertaruh bahwa menghantam pendapatan minyak Moskow layak dibayar dengan biaya diplomatik.
Trump telah mengumumkan "gencatan senjata energi" pada 11 Oktober dan mengklaim kedua belah pihak telah menyetujuinya — namun Rusia tidak mengonfirmasi kesepakatan itu, dan Ukraina menyatakan akan terus melancarkan serangan jarak jauh jika Rusia menolak.
## Kasus Terorisme dan Pembicaraan Trilateral
Penyidik Rusia membuka perkara pidana atas tuduhan terorisme terkait serangan drone Ukraina terhadap fasilitas industri di wilayah Nizhny Novgorod, menurut kantor berita negara TASS.
Sementara itu, pembicaraan trilateral antara Rusia, Ukraina, dan AS diperkirakan berlangsung akhir bulan ini, dan Kremlin menyebut Presiden Vladimir Putin bersedia berbicara langsung dengan Zelensky melalui telepon.
Sebuah gencatan senjata lokal selama enam hari di kota Oleshky yang dikuasai Rusia — yang dimediasi oleh Ibu Negara AS Melania Trump — juga berakhir pada Minggu, meskipun tidak ada tanda-tanda meredanya pertempuran di garis depan lainnya.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
