Gerebek Besar Kampung Bahari: 1.800 Personel Turun, 26 Orang Diamankan, Mesin Ekstasi dan Senpi Disita
Kepolisian menggelar penyisiran skala besar di Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebanyak 1.816 personel tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob diturunkan. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso menyebut 26 orang diamankan — meski sejumlah media lain melaporkan 27 orang. Dari operasi ini, polisi menyita sabu ratusan gram, ganja, ribuan butir ekstasi, satu unit mesin pencetak ek
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
JAKARTA — Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi sasaran penyisiran besar-besaran aparat kepolisian. Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 05.30 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Brimob menyisir kawasan Kampung Bahari serta Kampung Muara Bahari yang telah lama dikenal sebagai titik peredaran gelap narkoba di Jakarta.
Menurut laporan ANTARA yang dikutip Espos.id, jumlah personel yang diterjunkan mencapai 1.816 orang — meskipun sejumlah pemberitaan lain menyebut angka yang dibulatkan, yakni sekitar 1.800 personel. Waktu dan jumlah personel operasi ini dikonfirmasi pula oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Adhe Hariadi. Cara operasi yang ditempuh cukup tak biasa: para polisi menumpang kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk kemudian menyisir kawasan bantaran rel tempat aktivitas peredaran narkoba dilaporkan berlangsung.
Hasil operasi diumumkan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso. Ia menyatakan 26 orang diamankan dalam penyisiran tersebut, seperti dikutip detikcom. Namun, terdapat perbedaan angka antar pemberitaan: ANTARA dan sejumlah media lain, termasuk kumparan yang dirujuk Paragraf News, melaporkan 27 orang ditangkap. RingkasNow mencatat perbedaan laporan media ini secara eksplisit dan tidak memilih satu angka secara sepihak.
Dari sisi barang bukti, temuan polisi kali ini terbilang besar dan beragam. Aparat menyita sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir pil ekstasi. Yang paling menonjol, petugas menemukan satu unit mesin pencetak pil ekstasi beserta peralatan pengemasnya — indikasi kuat bahwa kawasan tersebut bukan sekadar titik transaksi, melainkan juga lokasi produksi. Polisi juga mengamankan bong atau alat isap narkoba, senjata api, senjata tajam berupa golok, celurit, dan pedang, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi narkoba, sebagaimana dilaporkan KakiNews dan Paragraf News.
Kampung Bahari memang bukan wilayah yang baru sekali disasar. Pada 26 September 2023, operasi serupa digelar dengan 204 personel, dan pada 10 Maret 2024 penyisiran lain melibatkan sekitar 200 personel. Dibandingkan dua operasi terdahulu itu, penyisiran kali ini berkali lipat lebih besar — baik dari sisi jumlah personel maupun luas koordinasi antarlembaga. Pola berulang ini menunjukkan bahwa Kampung Bahari secara konsisten menjadi pusat perhatian aparat pemberantasan narkoba, dan bahwa jaringan peredaran di kawasan tersebut terus berupaya bangkit setelah setiap kali digerebek.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto dalam keterangannya menegaskan bahwa operasi belum selesai. Ia menyatakan kepolisian masih memburu sejumlah target yang berhasil kabur saat penyisiran berlangsung, seperti dilaporkan InformasiRaja. Lebih dari itu, Dadang mendorong dilakukannya penataan atau revitalisasi total kawasan Kampung Bahari bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jakarta Utara. Menurutnya, penindakan hukum semata tidak akan cukup: kawasan tersebut membutuhkan pemulihan lingkungan dan penguatan ketahanan sosial agar tidak terus menjadi sarang peredaran gelap narkoba.
Penemuan mesin pencetak ekstasi menjadi catatan penting dalam operasi ini. Keberadaan alat produksi menunjukkan bahwa rantai pasok narkotika di kawasan itu telah mencapai tahap manufaktur lokal — bukan lagi sekadar distribusi dari luar. Fakta ini perlu menjadi perhatian serius, sebab produksi dalam negeri dapat menekan harga, memperluas jangkauan pasar, dan membuat jaringan lebih sulit diputus karena tidak bergantung pada pasokan lintas daerah.
Bagi masyarakat, yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah kelanjutan proses hukum terhadap para terduga yang diamankan, serta keseriusan rencana revitalisasi kawasan yang disampaikan Kapolda. Sejarah menunjukkan penindakan di Kampung Bahari kerap berulang; tantangannya kini adalah memastikan bahwa operasi besar kali ini tidak berhenti sebagai aksi sesaat, melainkan diikuti langkah konkret — mulai dari penguatan lingkungan, pembinaan warga, hingga pengawasan berkelanjutan — agar kawasan tersebut benar-benar pulih.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
