IHSG Ambles 16,7 Persen Sepanjang Oktober, Terpangkas Lebih dari 1.000 Poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup Oktober 2026 dengan koreksi bulanan 16,70 persen — terpangkas lebih dari 1.000 poin dari 6.071,14 akhir September menjadi 5.057,05 pada Jumat (30/10). Indeks bahkan sempat terperosok ke bawah level psikologis 5.000 sebelum bangkit tipis di akhir sesi. Awal pekan ini, perhatian pasar tertuju pada berlakunya pengeluaran 81 saham HSC dari perhitungan IHSG mulai Senin (2/11).
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Bulan Oktober 2026 menjadi bulan yang berat bagi pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, di level 5.057,05 — turun 41,01 poin atau 0,80 persen dalam sehari. Dengan penutupan itu, IHSG secara resmi mengakhiri bulan Oktober dengan akumulasi pelemahan 16,70 persen, terpangkas lebih dari 1.000 poin dibandingkan posisi akhir September di 6.071,14.
Perdagangan Jumat sendiri berlangsung dramatis. Indeks sempat terjun bebas menembus level psikologis 5.000 hingga menyentuh titik terendah harian 4.979,34, sebelum berjuang memangkas pelemahan dan akhirnya ditutup di 5.057,05. Kelompok 45 saham unggulan (LQ45) ikut melemah 0,05 persen ke 515,01.
Tekanan jual investor asing menjadi pemicu utama. Sepanjang sesi pertama perdagangan Jumat saja, data Stockbit mencatat net sell asing Rp2,23 triliun. Dalam sepekan, penjualan bersih asing mencapai Rp4,20 triliun, dan dalam sebulan terakhir akumulasinya menembus Rp16,50 triliun. Sebanyak 523 emiten berakhir melemah pada perdagangan Jumat.
Sentimen negatif datang dari beberapa arah: ketidakpastian seputar klasifikasi Indonesia oleh MSCI — yang membuka konsultasi atas usulan mengubah status Indonesia menjadi pasar mandiri (standalone) — serta gelombang aksi jual saham teknologi di Wall Street yang mengguncang bursa-bursa Asia.
Memasuki pekan pertama November, pasar menghadapi agenda padat: berlakunya kebijakan BEI yang mengeluarkan 81 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG efektif Senin, 2 November 2026 — dengan bobot HSC sekitar 18 persen di indeks — serta pemilu paruh waktu AS pada 3 November, tinjauan MSCI, dan rilis data PMI manufaktur, inflasi, dan PDB kuartal III 2026. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG masih akan menguji rentang psikologis 4.900 hingga 5.000 pada pekan depan.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
