Ekonomi

OPEC+ Diperkirakan Tahan Produksi Minyak Desember, Brent Bertengger di Atas $110

Tujuh produsen inti OPEC+ yang menggelar rapat virtual pada Minggu (1/11) disebut telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mempertahankan target produksi Desember tidak berubah, menurut sumber yang berbicara kepada Reuters. Keputusan itu diambil saat harga minyak Brent bertahan di atas $110 per barel di tengah gangguan pasokan akibat konflik geopolitik.

Redaksi RingkasNow• 2h lalu• 2 menit baca• 2 sumber
Memeriksa batas gratis…

AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.

Visual editorial untuk berita: OPEC+ Diperkirakan Tahan Produksi Minyak Desember, Brent Bertengger di Atas $110
Ilustrasi

Tujuh produsen inti OPEC+ — Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman — menggelar rapat virtual pada Minggu, 1 November 2026, untuk memutuskan target produksi Desember. Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut dan berbicara kepada Reuters pada Sabtu (31/10), kelompok itu telah mencapai kesepakatan prinsip untuk mempertahankan target produksi Desember tidak berubah.

Keputusan untuk menahan produksi datang di tengah pasar yang tegang. Harga minyak mentah Brent bertahan di atas $110 per barel — sekitar $113,77 pada 29 Oktober — ditopang gangguan ekspor akibat konflik yang melibatkan AS-Israel dan Iran. Produksi aktual negara-negara Teluk dilaporkan jauh di bawah kuota yang ditetapkan, sehingga penahanan target ini dinilai lebih sebagai langkah menjaga stabilitas ketimbang upaya menaikkan harga.

Sebagai konteks, kelompok tujuh negara itu sudah menyelesaikan pembukaan bertahap pemotongan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari yang diberlakukan sejak 2023 — selesai pada September 2026. Namun, lapisan pemotongan lain sekitar 2 juta barel per hari tetap berlaku hingga akhir 2026, sehingga pasokan dunia masih ditopang pembatasan yang cukup besar.

Para pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke agenda yang lebih jauh: penetapan baseline produksi untuk 2027. OPEC+ masih harus menyelesaikan verifikasi kapasitas produksi masing-masing anggota sebelum menetapkan patokan baru, sebuah proses yang kerap memicu ketegangan antaranggota.

Bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak neto, keputusan OPEC+ ini punya arti penting. Harga Brent yang bertahan di level tinggi menjaga tekanan pada belanja impor energi dan beban subsidi bahan bakar, sekaligus menjadi sinyal bahwa periode harga minyak mahal kemungkinan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Kepastian keputusan resmi akan terlihat usai rapat Minggu ini.

✦

Tanya AI tentang berita ini

Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.

AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.

Sumber berita

ReutersPenerbit

OPEC+ Diperkirakan Tahan Produksi Minyak Desember, Brent Bertengger di Atas $110

Buka sumber asli ↗ · 1 Nov 2026, 07.38
CoinPaperPenerbit

OPEC+ Diperkirakan Tahan Produksi Minyak Desember, Brent Bertengger di Atas $110

Buka sumber asli ↗ · 1 Nov 2026, 07.38