Mulai Selasa, Semua Penumpang ke AS Wajib Tanda Tangani Deklarasi Bebas Ebola
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mewajibkan setiap orang yang menaiki penerbangan internasional ke Amerika Serikat menandatangani pernyataan tertulis bahwa mereka tidak pernah berada di Republik Demokratik Kongo (DRC) dalam 21 hari sebelumnya. Aturan berlaku mulai pukul 23.59 EST pada Selasa, 3 November 2026 hingga 18 Desember 2026 — tanpa tanda tangan, penumpang tidak boleh naik pesawat.
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Badan kesehatan Amerika Serikat memperketat pintu masuk udaranya sebagai respons atas wabah Ebola yang sedang melanda Republik Demokratik Kongo (DRC). Berdasarkan perintah CDC yang diterbitkan 22 Oktober dan diamendemen pada 28 Oktober 2026, seluruh orang yang menaiki penerbangan menuju AS — warga negara AS, pemegang kartu hijau (green card), awak pesawat, hingga penumpang transit — wajib mengisi dan menandatangani formulir pernyataan (atestasi) bahwa mereka tidak berada di DRC dalam 21 hari sebelumnya.
Ketentuannya tegas: maskapai wajib memeriksa setiap pernyataan sebelum penumpang naik pesawat, dan siapa pun yang tidak menyerahkan formulir yang sudah ditandatangani tidak boleh naik — kecuali untuk pengecualian sempit seperti pemindahan pasien Ebola atas izin pemerintah AS atau alasan kemanusiaan. Formulir berlaku per orang, termasuk anak-anak yang harus didaftarkan terpisah oleh orang tua atau wali. Maskapai wajib menyimpan dokumen itu minimal 42 hari dan menyerahkannya kepada pemerintah AS bila diminta.
Aturannya juga menutup celah transit: penumpang yang hanya singgah di bandara DRC — bahkan tanpa turun dari pesawat — tetap dihitung "pernah berada di DRC". Penerbangan yang sekadar melintasi wilayah udara DRC tanpa mendarat dikecualikan. Amendemen 28 Oktober memperjelas bahwa aturan ini mencakup semua orang di dalam pesawat, termasuk awak yang bertugas maupun awak yang sedang diposisikan ulang ("deadhead") pada penerbangan kargo maupun penumpang.
Langkah ini diambil karena wabah Ebola varian Bundibugyo di DRC telah berkembang menjadi yang terbesar kedua dalam sejarah, menurut CDC. Per 27 Oktober, tercatat lebih dari 10.200 kasus terkonfirmasi dan hampir 5.000 kematian di DRC. Departemen Luar Negeri AS pun telah menerbitkan peringatan perjalanan Level 4 — "jangan bepergian" — untuk negara tersebut.
Namun aturan baru ini tidak lepas dari protes. Asosiasi maskapai Airlines for America (yang menaungi American, Delta, Southwest, United, dan JetBlue) bersama Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) telah mengirim surat pada 26 Oktober meminta CDC menunda pemberlakuan karena waktu persiapan yang sangat mepet. Sejumlah maskapai, termasuk Avianca, sudah mulai memberi tahu penumpangnya untuk mengisi formulir sebelum tiba di bandara.
CDC menegaskan bahwa perintah ini bersifat sementara dan melengkapi pembatasan sebelumnya yang diberlakukan pada Mei dan Juli 2026. Badan tersebut juga menekankan bahwa risiko penyebaran Ebola ke AS tetap rendah dan sejauh ini belum ada kasus terkait yang dilaporkan di AS. Bagi calon penumpang internasional, imbauannya jelas: pastikan mengonfirmasi prosedur pengisian deklarasi dengan maskapai sebelum terbang, karena mulai Selasa malam waktu pantai timur AS, tanpa tanda tangan berarti tanpa penerbangan.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
