Gubernur DKI Pertimbangkan Usulan 76 Taman Jakarta Buka 24 Jam
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov DKI sedang mematangkan usulan agar 76 taman kota beroperasi selama 24 jam, dengan keputusan yang akan segera diambil. Usulan ini merupakan inovasi yang berkompetisi dalam ajang Benyamin S. Award 2026, dan taman yang lolos seleksi akan dilengkapi CCTV serta penerangan.
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mematangkan usulan agar 76 taman kota beroperasi selama 24 jam. Pernyataan itu disampaikan Pramono pada Jumat, 30 Oktober 2026 di Jakarta Pusat, sekaligus menegaskan bahwa keputusan akan segera diambil.
"Saya akan segera putuskan usulan tadi, di antaranya ada 76 taman yang bisa untuk dioperasikan 24 jam," ujar Pramono.
Usulan pembukaan taman 24 jam tersebut merupakan salah satu inovasi yang berkompetisi dalam ajang Benyamin S. Award 2026. Pramono meminta Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta untuk mempublikasikan usulan itu agar para lurah dapat mempertimbangkannya.
Menurut rencana, taman-taman yang lolos seleksi akan dilengkapi dengan kamera pengawas (CCTV) dan penerangan yang memadai. Dua aspek ini menjadi perhatian utama agar taman tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat pada malam hingga dini hari.
Saat ini, hanya segelintir taman di Jakarta yang beroperasi 24 jam. Di antaranya Taman Menteng, Taman Lapangan Banteng, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, dan Taman Bendera Pusaka. Jika usulan ini direalisasikan, jumlah taman yang terbuka sepanjang hari di ibu kota akan melonjak signifikan.
Gagasan taman 24 jam sejalan dengan upaya Pemprov DKI menghadirkan ruang terbuka hijau yang lebih hidup dan inklusif. Taman yang buka sepanjang waktu memberi alternatif ruang aktivitas bagi warga yang bekerja hingga larut malam, berolahraga dini hari, atau sekadar mencari tempat rehat yang aman. Di kota sebesar Jakarta, keberadaan ruang publik yang aksesibel tanpa batas waktu dinilai dapat meningkatkan kualitas hidup warga.
Namun demikian, rencana ini tentu memunculkan sejumlah pekerjaan rumah. Aspek keamanan menjadi perhatian utama, terutama pada jam-jam sepi. Pemasangan CCTV dan penerangan adalah langkah awal yang tepat, tetapi operasional 24 jam juga membutuhkan petugas keamanan, kebersihan, dan pemeliharaan fasilitas yang berjalan bergiliran. Anggaran dan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberlanjutan program ini.
Partisipasi warga juga akan diuji. Taman yang terbuka sepanjang hari memerlukan kedisiplinan pengguna agar fasilitas tidak cepat rusak dan kebersihan tetap terjaga. Pengalaman dari taman-taman yang sudah lebih dulu buka 24 jam bisa menjadi acuan dalam menyusun standar pengelolaan.
Publikasi usulan melalui Diskominfotik yang diminta Pramono membuka ruang bagi masyarakat dan para lurah untuk memberikan masukan. Dengan keputusan yang disebut-sebut akan segera diambil, publik kini menantikan pengumuman resmi mengenai daftar taman yang akan dioperasikan 24 jam serta skema pengamanannya.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
