Empat Polisi Batam Diamankan Terkait Dugaan Pesta Narkoba di Klub Malam, Kapolda: Ini Aib
Empat personel aktif Polda Kepri — satu perwira dan tiga bintara — diamankan pada 25 Oktober 2026 di sebuah klub malam di Batam terkait dugaan pesta narkoba dengan barang bukti zat etomidate. Kapolda Kepri menyebut peristiwa itu "aib".
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Empat personel aktif Polda Kepulauan Riau diamankan terkait dugaan keterlibatan dalam pesta narkoba di sebuah tempat hiburan malam di Batam. Keempatnya — terdiri dari satu perwira dan tiga bintara — diamankan pada Minggu (25/10/2026) di Shark Club, kawasan One Mall Batam Center, dan sejak itu ditempatkan di tempat khusus (patsus) di bawah penanganan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kepri.
Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri membenarkan peristiwa tersebut pada Jumat (30/10/2026) usai salat Jumat di Masjid Al-Azhar Beverly, Batam Center. "Aib bagi saya, aib bagi keluarga Polda Kepri," katanya. Ia menegaskan sikap zero tolerance terhadap narkoba sesuai instruksi Kapolri.
Penyidik menemukan barang bukti yang berkaitan dengan zat etomidate. Keterkaitan masing-masing personel dengan barang bukti tersebut masih didalami. Identitas dan pangkat keempatnya belum diumumkan ke publik.
Sanksi yang akan dijatuhkan — disiplin, kode etik, hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) — menunggu hasil pemeriksaan dan sidang komisi kode etik. Kabid Propam Polda Kepri memastikan proses pemeriksaan berjalan dan pemberkasan bukti segera dirampungkan.
Kasus ini menjadi ujian integritas Polda Kepri di hadapan publik. Janji penindakan tegas dari Kapolda kini ditunggu pembuktiannya — apakah proses etik berjalan transparan hingga tuntas.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
