Demo Biaya Hidup Pecah di Hari Halloween, Prancis Kerahkan 70.000 Polisi
Prancis mengerahkan 70.000 polisi dan gendarmerie untuk mengamankan aksi demonstrasi biaya hidup pada Sabtu, 31 Oktober 2026 — bertepatan dengan Halloween — setelah dua pekan beruntun aksi berakhir dengan kerusuhan dan penjarahan.
AI menyusun penjelasan baru dari fakta RingkasNow dan metadata sumber—bukan menyalin atau menerjemahkan artikel sumber secara utuh.
Penjelasan berita
Apa yang terjadi
Fakta utama
Mengapa penting
Konteks
Pihak yang terlibat / terdampak
Prancis bersiap menghadapi gelombang kerusuhan baru pada hari Sabtu, 31 Oktober 2026, yang bertepatan dengan perayaan Halloween. Pemerintah mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie secara nasional untuk mengamankan aksi demonstrasi menentang biaya hidup dan kebijakan Presiden Emmanuel Macron.
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez pada Kamis (30/10/2026) menyebut Sabtu ini sebagai hari dengan "risiko sangat tinggi" terhadap ketertiban umum. Ia memperingatkan risiko kekacauan sangat besar terutama pada Sabtu malam, ketika aksi-aksi yang bersifat kekerasan disebut telah diserukan di media sosial oleh sejumlah kelompok radikal. Aparat juga mewaspadai kemungkinan perusuh memanfaatkan masker Halloween untuk menyamarkan identitas.
Demonstrasi ini menjadi aksi ketiga dalam tiga pekan berturut-turut. Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, unjuk rasa damai berubah menjadi kerusuhan pada malam hari — penjarahan dan pembakaran melanda sejumlah kota, termasuk balai kota bersejarah Limoges. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pemerintah juga mengerahkan 70.000 personel; Kementerian Dalam Negeri mencatat sekitar 410.000 orang turun ke jalan, sementara serikat pekerja CGT mengklaim jumlahnya mencapai 800.000, dengan hampir seribu orang ditangkap.
Aksi bermula pertengahan September 2026 dari siswa dan guru yang memblokade sekolah-sekolah di Créteil, dekat Paris, menuntut perbaikan kondisi sekolah dan sistem penerimaan universitas Parcoursup yang dinilai tidak adil. Gerakan itu kemudian menyatu dengan seruan aksi nasional melawan mahalnya biaya hidup, terutama harga bahan bakar dan energi.
Inflasi tercatat 3,1 persen secara tahunan pada September — tertinggi sejak awal 2024 — terutama didorong kenaikan harga energi sekitar 21 persen. Tekanan utang publik yang mendekati 120 persen dari PDB dan pembahasan anggaran 2027 membuat ruang manuver pemerintah menyempit, sementara utang pemerintah nyaris 5,4 persen dari PDB.
Pemerintah menerapkan pembatasan ketat: demonstrasi tidak diizinkan di pusat kota yang dinilai rawan, dan stasiun Gare du Nord serta Gare de Lyon di Paris masuk dalam perimeter keamanan mulai pukul 08.00 hingga 23.30 waktu setempat. Kamar Dagang memperkirakan kerugian pengecer akibat kerusuhan sudah melampaui 1 miliar euro.
Protes juga menyebar ke luar Prancis. Aksi yang dipimpin pemuda direncanakan di lebih dari 30 kota di Jerman pada hari yang sama. Pemimpin serikat pekerja dan mahasiswa menyerukan aksi lanjutan pada 31 Oktober serta mogok nasional pada 5 November.
Tanya AI tentang berita ini
Sudah membaca tetapi ada yang kurang jelas? Tanyakan hal spesifik. Jawaban hanya berdasarkan sumber berita yang tercatat.
AI dapat keliru. Periksa sumber asli sebelum mengambil keputusan.
