Saham Alphabet Anjlok Usai Laporan Q3, Picu Kekhawatiran Belanja AI
Saham Alphabet anjlok sekitar 10% pada perdagangan pra-pasar Kamis (29/10/2026) setelah laporan kuartal III yang mengecewakan, memicu aksi jual saham teknologi global.
AI creates a new explanation from RingkasNow facts and source metadata—it does not copy or fully translate the source article.
News explanation
What happened
Key facts
Why it matters
Context
Who is involved / affected
Laporan Q3 yang dirilis Rabu malam waktu AS menunjukkan cloud tumbuh kuat tetapi bisnis lain melemah, sementara pasar menghukum tingginya belanja AI. Saham GOOGL anjlok sekitar 10% di pra-pasar, yang menurut Reuters dapat menghapus sekitar 400 miliar dolar AS nilai pasar bila penurunan bertahan.
Arus kas bebas tercatat negatif 9,07 miliar dolar AS, dengan belanja modal tahun fiskal dipertahankan di kisaran 195–205 miliar dolar AS. Kontrak berjangka Nasdaq-100 turun sekitar 1%, sementara Dow justru menguat tipis karena rotasi keluar dari saham teknologi.
Di sisi lain, Microsoft naik 2,6–3,6% di pra-pasar setelah pendapatan cloud Azure melampaui ekspektasi — dipandang sebagai bukti AI menghasilkan pendapatan nyata. Efeknya merambat ke Asia: saham Samsung turun lebih dari 4% meski laba operasinya melonjak, dan indeks-indeks Asia melemah.
Narasi dominan di pasar: keraguan terhadap "AI trade" — belanja besar-besaran untuk AI belum tentu menghasilkan imbal hasil yang sepadan.
What to monitor next
Angka pra-pasar dapat berubah; penutupan final perdagangan AS belum terkonfirmasi saat artikel ditulis.
Ask AI about this story
Something still unclear? Ask a specific question. Answers are limited to recorded source evidence.
AI may make mistakes. Check original reporting before making decisions.
